UKT : Undip Masih Kampus Rakyat Reviewed by Momizat on .               (Semarang- Jum’at, 21 Juni 2013) Pagi itu terlihat sebuah aktivitas berbeda dari biasanya di dalam kawasan kampus undip. Beberapa mahasiswa yang d               (Semarang- Jum’at, 21 Juni 2013) Pagi itu terlihat sebuah aktivitas berbeda dari biasanya di dalam kawasan kampus undip. Beberapa mahasiswa yang d Rating: 0
You Are Here: Home » Teknik » UKT : Undip Masih Kampus Rakyat

UKT : Undip Masih Kampus Rakyat

              (Semarang- Jum’at, 21 Juni 2013) Pagi itu terlihat sebuah aktivitas berbeda dari biasanya di dalam kawasan kampus undip. Beberapa mahasiswa yang dimotori oleh sospol BEM KM Undip sedang bersiap-siap untuk melakukan aksi terkait dengan sistem baru UKT yang diterapkan oleh salah satu Universitas terbesar di Jawa Tengah ini.

                Awalnya masa berkumpul di PKM baru tembalang sekitar pukul 07.00 lalu sekitar pukul 07.30 masa baru bergerak ke arah Widya Puraya. Sebelum masa sampai di bundaran widya puraya, aksi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa tersebut berhenti terlebih dahulu di bundaran dekat gedung Soedharto untuk menyampaikan orasi pertamanya sambil menyapa teman teman mahasiswa lainnya yang sedang hendak berangkat kuliah. Kali ini ketua BEM FT Undip mendapatkan giliran pertama untuk menyampaikan orasinya yang memang berlokasi di tengah tengah  kampus Teknik Undip.

                Setelah orasi selesai akhirnya masa aksi bergerak menuju kawasan widya puraya tepatnya di depan taman bundaran widya puraya. Di lokasi tersebut masa mendengarkan orasi dari berbagai perwakilan fakultas sambil menunggu kedatangan rektor Undip Prof. Sudhartho P. Hadi MES, PhD. Rektor beserta jajarannya baru datang dihadapan mahasiswa sekitar pukul 08.10.

                Setelah berbagai orasi serta teatrikal dari mahasiswa selesai rektor Undip baru angkat bicara terkait aspirasi yang dibawa oleh kawan-kawan mahasiswa. Rektor mengawali kata-katanya dengan sebuah salam dan penghargaan kepada mahasiswa karena masih peduli dengan kampus Undip di tengah tengah kesibukan kuliah.

                Rektor menjelaskan bawasanya 20 % mahasiswa dari golongan ekonomi lemah masuk lewat jalur bidik misi akan tetap sama, bahkan undip akan mampu menerima lebih dari 20% mahasiswa dari kalangan kurang mampu dengan adanya biaya UKT dari golongan satu da golongan dua yang memang paling besar biaya kuliahnya maksimal sebesar 1 juta rupiah/semester.

                “Sebenarnya sudah ada mekanisme banding yang dilakukan secara online, tetapi banyak orang tua yang datang agar lebih meyakinkan, nanti jam 1 siang baru akan diputuskan bersama para dekan dengan hal ini Undip masih kampus rakyat”, ucap rektor setelah menjelaskan mengenai mekanisme banding yang langsung di iringi tepuk tangan oleh mahasiswa.

“Bila ada mahasiswa baru yang masuk golongan 5 yang miskin tolong bawa ke kampus, nanti akan di perjuangkan dan akan dimasukan sesuai dengan golongannya”, tambah Bapak Warsito selaku PR 3 Undip.

                Akhirnya rektor bergegas meninggalkan area sambil menyalami mahasiswa karena sudah ada agenda dan mahasiswa pun terlihat cukup puas dengan jawaban rektor. Setelah kepergian rektor aksi delanjutkan dengan keliling kampus undip. Terlihat cukup banyak mahasiswa teknik yang megikuti aksi kali ini, Muhammad Anshori selaku Kadep KP BEM FT menambahkan, “Mahasiswa cukup kebingungan dengan sistem UKT yang ada, jika mengajukan banding apakah akan dilayani atau tidak dengan birokrasi? Selain itu dalam menentukan golongan biaya kuliah kebanyakan mahasiswa baik golongan kaya atau miskin menginginkan biaya yang murah.”

         Setelah usai megelilingi kampus akhirnya peserta aksi melakukan evaluasi terkait aksi ini. Joni Firmansyah Mentri, sospol BEM KM berharap agar temen-temen mahasiswa mampu mengawal isu ini dan apabila ada maba yang kurang mampu segera dibawa ke kampus.

        “Diharapkan semua BEM di tiap fakultas mampu menginisiasi maba, dan kementrian sospol Bem KM akan terus mengawal UKT ini dari awal sampai akhir, kita akan terus kroscek tiap bulan sistem UKT ini”, ungkap Joni seusai aksi tersebut. (Momentum/Lasin)100 2457 UKT : Undip Masih Kampus Rakyat 100 24571 UKT : Undip Masih Kampus Rakyat


Copyright © 2013 Momentum - Pers Mahasiswa Teknik Undip, All Rights Reserved

Scroll to top